Transformasi Dakwah di Era Medsos
Rukiyati, Sleman
Ahad, 31 Maret 2024
Matahari Pagi Ramadan (MAPARA) adalah sebuah nama yang indah yang diberikan oleh Prof. Imam Robandi, Guru Besar ITS, Surabaya. MAPARA adalah media dakwah setiap pagi pukul 05.00 – 06.00 pada bulan Ramadan yang disiarkan melalui media sosial WhasApp (WA) dan platform Zoom oleh komunitas IRo Society, sebuah komunitas maya yang digagas dan diorganisasikan dengan sangat rapi oleh Prof. Imam Robandi.
Dave Kerpen (2011) di dalam bukunya yang bertajuk Likeable Social Media mengemukakan bahwa media sosial adalah suatu tempat kumpulan gambar, video, tulisan hingga terjadi hubungan interaksi dalam jaringan, baik itu antar individu maupun antar kelompok atau organisasi. Jati (2016) mengatakan media sosial adalah suatu bentuk komunikasi elektronik yang penggunanya berinteraksi sesuai keinginannya, bebas berbagi atau bertukar dan mendiskusikan ide, informasi pribadi dan informasi lainnya tentang satu sama lain atau konten live mereka melalui penggunaan multimedia yang bervariasi. Media sosial dapat berisi kalimat pribadi, gambar, video atau audio, maupun platform online yang tersedia saat terhubung ke Internet.
Media sosial dapat digunakan secara positif untuk memuliakan manusia dan kehidupannya. Sebagai umat Islam yang mengemban predikat khalifah di muka bumi, ada kewajiban untuk menyampaikan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar walau hanya dengan satu ayat. Bulan Ramadan adalah momen tepat untuk menambah amal dan ilmu sehingga manusia berbondong-bondong mengikuti kajian baik luring maupun daring. Era teknologi digital memungkinkan berdakwah melalui media sosial sebagai upaya transformasi dakwah menjadi lebih mudah diakses dan lebih luas jangkauannya.
Sebagai seorang leader, Prof. Imam selalu memunculkan ide-ide brilian untuk membangun capacity building para santrinya. Irotizen adalah sebutan keren untuk para santri Prof. Imam Robandi. Ramadan 1443 H (Tahun 2022) adalah pertama kali launching MAPARA yang berlangsung sebulan penuh setiap pagi. Disusul tahun 1444 H atau Tahun 2023, MAPARA tetap berlangsung setiap pagi sebulan penuh. Tahun ini adalah tahun ketiga MAPARA yang dirancang juga akan berlangsung selama 30 hari. Masih dengan format yang sama, tetapi ada yang baru sebagai bentuk kreativitas Prof. Imam Robandi dan IRo Society.
Pada rapat panitia MAPARA dua pekan sebelum Ramadan, Prof. Imam menegaskan bahwa yang menjadi narasumber (pencermah) dan moderator harus kepala sekolah Muhammadiyah/’Aisyiyah dari berbagai wilayah Indonesia. Demikian pula petugas yang membaca Tilawah Al-Quran harus siswa sekolah SMA/SMK Muhammadiyah yang ada di Indonesia. Kriteria ini sangat ditekankan oleh Prof. Imam sebagai upaya untuk memperkenalkan kepala-kepala sekolah Muhammadiyah/’Aisyiyah yang selama ini mungkin belum banyak dikenal di luar wilayahnya. Syarat ini juga sebagai upaya meningkatkan branding personil kepala sekolah dan sekolah Muhammadiyah/’Aisyiyah itu sendiri.
Walaupun tidak menjabat lagi sebagai Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, namun elan vital ber-Muhammdiyah tetap membara dalam diri Prof. Imam Robandi. Beliau selalu memikirkan cara-cara agar sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat eksis dan meningkatkan kualitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berbasis Islam berkemajuan di nusantara tercinta.
Sebagai santri IRo, panitia berusaha sekuat tenaga untuk dapat mewujudkan MAPARA tahun ini sesuai dengan kriteria yang diberikan oleh Prof. Imam. Walaupun belum sempurna, panitia berusaha dari hari ke hari memperbaiki diri untuk menampilkan MAPARA dengan elegan, berkelas dan berisi. Tahun 2024 ini yang menjadi ketua MAPARA adalah Ustad Munali, yang sehari-hari menjabat Kepala SMK Muhammadiyah 7, Malang. Sekolah yang dipimpinnya adalah sangat keren. Semua itu tidak lepas dari campur tangan Prof. Imam Robandi sebagai konsultannya. Ustad Munali sebagai general chair dibantu Ustad Pamuji Raharjo (Solo Raya) sebagai Co-Chair. Di samping itu ada sejumlah sekretaris cantik yang handal dan siap berjibaku: Ibu Aprilia Sulistyani (Tanah Laut), Ibu Nur Laila Indah (Temanggung), Ibu Tri Mulyani (Boyolali), Ibu Elly Jauharah Astriani (Boyolali), Ibu Arum Dyah (Karanganyar), Ibu Umi Putri Ibalia (Balikpapan). Tidak kalah penting adalah peran zoom keeper yang selalu ditangani oleh Usth. Silvia Rahman. Bantuan yang sangat besar juga diberikan oleh dr. Izzuki Muhashonnah yang selalu menyiapkan dan mengirim e-sertifikat kepada para penceramah, moderator, pembaca tilawah dan partisipan MAPARA setelah selesai acara setiap hari.
Acara MAPARA juga disiarkan melalui live streaming oleh beberapa santri IRo melalui kanal Youtube: Izzuki-LINK, Rukiyati-LINK, Aprilia-LINK, Nuraini-LINK, dan banyak lagi. Acara MAPARA juga tidak akan sukses bila platform Zoom tidak dilanggan setiap bulan. Untuk pembiayaan zoom, para santri IRo yang berinfak seikhlasnya untuk membiayai kegiatan MAPARA ini. Bahkan semua kegiatan zoom IRo Society selalu didukung penuh oleh IRotizen. Kesadaran IRotizen untuk keberlangsungan komunitas zoomiyah IRo Society adalah sangat nyata dan bermanfaat. Terima kasih Prof. Imam Robandi yang selalu menginspirasi.


13 responses to “MATAHARI PAGI RAMADAN”
Mantap sekali Bunda Dr. Rukiyati…keren
Bunda, Mapara banget ini
Keren, dan i love it
Barokallah Bunda Ruki dear
What a maze
Super kerèn bu Ruki
Masya Allah luar biasa Bu Dr. Rukiyati yang selalu berbagi informasi untuk mengingatkan kami. Terima kasih Prof. Imam Robandi. Terima kasih Bu Dr. Rukiyati. Sehat selalu.
Sebuah artikel yang sangat bagus dan inspiratif.
Masya Allah ibu, menginspirasi saya untuk ikutan menulis. Tulisan yang sangat keren
Terima kasih Bu Sayidah.
Sebuah artikel yang menarik, yang menceritakan bagaimana konsistensi Iro Society dalam kiprahnya menjadi komunitas yang berdampak positif bagi semesta. Semangat 👍
Terima kasih, Mas.
Tulislan yang inspiratif untuk berkemajuan
Terima kasih, Ustad.
Mantap bunda Ruky. Mapara dikemas oleh orang-orang cerdas dan ‘entengan’ada juga bu Tri Mulyani yang menyiapkan persuratan dan sertifikat, ini benar-benar kerja yang kompak
Terima kasih, Bu Her.