rukiyatilink.com

Media berekspresi dan berbagi

SILATURAHMI YANG INDAH


oleh Rukiyati, Sleman 22 Juni 2025

Hari Sabtu, 13 Mei 2025 pukul 06.45, saya dan Ibu Heriyanti berangkat ke Surabaya lewat stasiun Tugu dengan menaik kereta api. Kami hendak mengunjungi Prof. Imam Robandi yang sedang sakit. Pukul 10.45 kami sampai di stasiun Gubeng, Surabaya. Dengan gercep Bu Her langsung memesan taksi online dengan alamat ke ITS. Kami pun menaik mobil berwarna hijau menuju kampus Sukalilo, tepatnya kami ke rumah Prof. Imam di kompleks perumahan dosen ITS.

Sesampai di sana kami disambut oleh Bu Imam dan Prof. Imam dengan senang hati. Prof. Imam tampak kurus. Katanya, beratnya turun banyak selama sakit. Beliau sedang diet makan nasi dengan lauk yang tanpa bumbu alias direbus saja. Itulah aturan dari para ahli gizi dan dokter yang merawat beliau. Memang orang sakit serba tidak menyenangkan, namun disiplin dalam mematuhi petunjuk dokter adalah jalan kesembuhan setelah kita berdoa memohon kesembuhan dari Allah SWT.

Ketika kami sedang berbincang-bincang, datanglah Mas Almas dan teman-temannya. Mereka adalah mahasiswa pascasarjana bimbingan Prof. Imam Robandi. Mas Almas sudah terkenal di kalangan IRotizen karena sering menjadi invited speaker maupun moderator KSJM. Mas Almas yang asli Brebes adalah mahasiswa Program Doktoral Teknik Elektro ITS. Ada pula tiga orang mahasiswa lainnya, satu dari Purwokerto dan dua mahasiswa berasal dari Afrika. Prof. Imam mengambil ponselnya dan merekam kami dan para mahasiswa. Tidak lama kami mengobrol, datang pula Ustad Hervit Ananta Vidada, direktur Mirai Publishing dan juga pendidik di sekolah dasar Muhammadiyah. Itulah pertama kali saya bertemu langsung dengan ustad Hervit, biasanya hanya lewat zoom KSJM. Kami diminta menyampaikan sepatah dua patah kata. Kemudian rekaman itu diunggah di akun Tiktok Prof. Imam.

Setelah lama bercerita ngalor-ngidul sekitar pukul 12.30 kami memohon pamit ke rumah masing-masing. Saya dan Bu Heriyanti menuju Stasiun Gubeng dengan menaik taksi online. Ternyata, kami diturunkan di stasiun Gubeng Lama sehingga harus berjalan kaki sekitar 700 meter ke arah kiri menuju Stasiun Gubeng Baru. Sebelum sampai, kami mampir di warung Padang untuk makan siang. Dengan lauk gulai ikan dan perkedel serta es jeruk, kami menikmati makan siang di Surabaya saat itu dengan bahagia. Soal rasa lumayan enak, soal harga lebih mahal daripada di Jogja. setelah membayar, Kami menuju stasiun untuk membeli tiket dan pulang ke Jogja. Jadwal kereta berangkat pukul 15.00. Kami menaik kereta setelah membeli sedikit oleh-oleh untuk keluarga: sambal tuna, terasi, brownies, dll. Perjalanan dengan kereta sungguh menyenangkan karena kami disuguhi pemandangan sawah dan suasana pedesaan yang indah.

Tidak terasa kami sampai di Stasiun Tugu pada pukul 20.30. Saya berpisah dengan Bu Heriyanti menuju rumah masing-masing. Saya dijemput anak dan cucu, Bu Her dijemput anak lanangnya. Kami bersepakat lain kali akan jalan-jalan lagi ke Klaten dan tempat-tempat lainnya untuk silaturahmi kepada sahabat IRo Society di berbagai daerah. Semoga terlaksana. Amin.


One response to “SILATURAHMI YANG INDAH”

  1. Alhamdulillah, saya sudah sampai ndalem Prof. Imam, sudah pernah berjumpa Ustadz Hervit juga di SD beliau sebelum bergabung dengan IRo-Society, dan Alhamdulillah saya sudah pernah jalan-jalan dengan IRo-Yogyakarta dan Klaten, hihihi
    Selamat beraktivitas Bunda Ruki dear

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?