Rukiyati, Sleman, 25 Juni 2025.
Hari Sabtu, 21 Juni 2025, saya bersama Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Kebijakan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan tugas mengabdi dengan peserta kepala sekolah dan guru-guru TK ABA bertempat di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Ketua PKM adalah Ibu Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd. Kegiatan ini bekerja sama dengan Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Wilayah Aisyiyah Yogyakarta. PKM kami berbentuk pelatihan, dengan judul: Pelatihan Motivasi Berprestasi dan Resiliensi. Pelatihan ini menggunakan pendekatan active learning dan metode bervariasi: ceramah singkat, dialog, penugasan dan permainan. Pelatihan dimulai pukul 8.00 dan berakhir pada pukul 16.00.
Pembukaan dimulai pukul 08.15 dengan acara pertama adalah pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh salah seorang peserta, Ibu Jumiati. Beliau membacakan surat AL-Fatihah, surat pertama dan ibu semua surat dalam Al-Quran. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars ‘Aisyiyah bersama-sama. Setelah bernyanyi, acara sambutan-sambutan. Pertama, sambutan tuan rumah dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang disampaikan oleh Ibu Dyah. Intinya, beliau merasa senang dapat bekerjasama dan membantu fasilitasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bekerja sama dengan Majelis PAUD Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Yogyakarta. Beliau menyampaikan bahwa ibu Fitri Sukmawati, kepala sekolah SMA Muhammadiyah 3 tidak dapat menghadiri acara ini karena sedang mengikuti kegiatan lainnya di LPMP.
Acara sambutan selanjutnya adalah dari Ibu Dra. Yuni Purwati, M.Pd. selaku Ketua Majelis PAUD Dasar dan Menengah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY. Ibu Yuni menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi atas partisipasi para peserta yaitu kepala sekolah TK ABA yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di DIY. Setiap kabupaten dan kota mengirimkan 7-8 orang kepala sekolah yang menjadi peserta sehingga jumlah peserta semuanya mencapai 38 orang. Bu Yuni berharap kepada tim PKM agar pelatihan ini berlanjut terus pada masa datang untuk lebih banyak lagi sekolah yang dapat berpartisipasi sehingga meningkatkan kualitas peserta dan juga kualitas sekolah yang dipimpinnya.
Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Ketua Tim PKM, yaitu Ibu Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd. Ucapan terima kasih disampaikan kepada ketua Majelis PAUD Dasar dan Menengah dan jajarannya yang telah bersedia menjadi mitra PKM. Disampaikan juga bahwa PKM kali ini dikhususkan untuk kepala sekolah TK ABA dengan tujuan agar para kepala sekolah dapat meningkatkan prestasi dan resiliensi sehingga Lembaga yang dipimpinnya dapat berkembang semakin baik.
Setelah acara pembukaan dan istirahat sejenak, acara inti pelatihan dimulai. Presentasi materi pertama tentang Motivasi Berprestasi disampaikan oleh Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd. yang berisi uraian konseptual tentang motivasi berprestasi. Presentasi singkat diselingi dialog dan penugasan “SIapakah saya? Masing-masing peserta diminta menuliskan tiga kata yang mencerminkan dirinya. Setelah sekitar 5 menit, masing-masing peserta bergiliran menyampaikan deskripsi dirinya dalam tiga kata. Ada yang mengatakan “saya bersemangat, ramah, dan ingin maju”, “saya supel, tidak tegaan, bersemangat”, “saya berkomitmen, berkolaborasi, fleksibel” dan banyak lagi. Setelah menyampaikan konsep dirinya, peserta diajak berdialog tentang nilai-nilai tersebut yang penting untuk mengembangkan diri serta Lembaga TK yang dipimpinnya. Sesi ini dilanjutkan dengan tugas kedua, yaitu apa yang dilihat orang lain dari diri peserta dan apa yang diinginkannya? Pada sesi ini peserta menuliskan penilaian orang lain yang diketahuinya. Ada peserta yang menulis di kertas seperti ini: “Orang lain menilai saya sebagai orang yang sabar. Saya ingin menjadi pribadi yang tangguh.”
Sesi berikutnya, penyampaian materi tentang Growth Mindset oleh Dr. Rukiyati, M.Hum. Disampaikan oleh Ibu Rukiyati bahwa orang yang berprestasi harus mempunyai Growth Mindset. Mindset adalah kumpulan kepercayaan yang akan menentukan reaksi dan pemaknaan seseorang terhadap situasi. Dijelaskan oleh Ibu RUkiyati bahwa mindset ada dua, yaitu Fixed Mindset dan Growth Mindset. Orang yang ingin maju adalah orang yang mempunyai Growth Mindset. Orang yang sukses adalah orang yang mindsetnya benar, dan tindakannya benar. Sebaliknya, orang yang gagal adalah orang yang mindsetnya salah dan tindakannya salah. Disampaikan juga oleh Ibu Rukiyati perbedaan antara Fixed Mindset dan Growth Mindset dilihat dari aspek-aspek: kepercayaan, tantangan, usaha, rintangan, kritik, dan sukses orang lain.
Setelah pemaparan materi dan dialog tentang growth mindset, para peserta diminta berdiri dan membuat formasi lingkaran untuk unjuk kreativitas dan fleksibilitas sebagai simulasi orang yang growth mindset. Masing-masing peserta diminta memikirkan selama lima menit tentang kegunaan sebuah benda yaitu pasmina yang telah disiapkan oleh tim. Setiap peserta ditantang untuk berpikir pasmina tersebut dapat digunakan untuk apa saja. Pemateri meminta peserta memikirkan dengan kreativitasnya sepuluh kegunaan pasmina. Setelah lima menit, peserta diminta menyebutkan satu kegunaan pasmina secara bergiliran dan tidak boleh sama dengan peserta lainnya. Dari urutan pertama sampai terakhir ternyata peserta dapat menyebutkan kegunaan pasmina tanpa ada yang sama, misalnya untuk kerudung, baju atau kostum tari, kain bedong, ayunan bayi, taplak meja, korden, dsb. Terakhir pak Efendi, satu-satunya peserta pria menyebutkan dan memperagakan pasmina dapat dibuat untuk kostum Superhero.
Setelah acara sesi dua, kegiatan selanjutnya adalah istirahat, makan siang dan sholat Dzuhur. Sesi ketiga dimulai pada pukul 12.30 dengan diawali kegiatan refreshing berupa permainan perang-perangan. Setiap peserta membentuk kelompok terdiri dari empat orang dan memberi nama kelompoknya dengan nama negara. Ada yang menamakan kelompoknya sebagai negara Iran, Israel, Amerika, Cina, Korea, Jepang, Belanda, Inggris ,dsb. Mereka diminta berdiri berbaris ke belakang. Orang pertama dari belakang mengatakan “Siap”, orang kedua menyambut dengan kata”Eklek-eklek” dan orang ketiga berteriak “ Door” serta orang keempat menyebut dengan nyaring negara lain yang dituju: Amerika atau Inggris dll. Negara yang disebut harus menyambut tembakan tersebut dengan mengatakan “Siap”, “Eklek-eklek”, Door” dan menyebutkan negara lainnya lagi yang dijadikan sasaran tembak. Para peserta tampak sangat antusias, senang dan tertawa bersama bila ada kelompok yang tidak berkonsentrasi ketika “ditembak”. Dari permainan ini peserta menjadi bersemangat, bergembira dan belajar berkonsentrasi.
Acara selanjutnya adalah penyampaian materi tentang Resiliensi oleh Bapak Dr. Suwarjo, M.Si, dosen Fakultas Psikologi UNY yang menjadi invited speaker pada kegiatan PKM ini. Bapak Suwarjo menguraikan tentang konsep resiliensi dan aspek-aspek resiliensi disertai cerita yang menarik dan bermanfaat tentang berbagai kasus yang ditanganinya. Intinya, orang yang resilien adalah orang yang tangguh, ibarat sebuah bola yang dilempar ke lantai tetapi dapat melenting, bangkit ke atas lagi. Setiap orang mempunyai masalah. Orang yang resilien adalah orang yang dapat mengatasi masalah, bukan menghindari masalah, atau menyalahkan orang lain. Pada bagian akhir, ada dua peserta yang bertanya kepada Pak Suwarjo. Pertama, peserta yang bertanya apa yang harus dilakukan untuk menolong temannya yang mempunyai masalah serius terkait resiliensi. Pak Warjo memberikan wawasan bahwa peserta sebagai teman tidak perlu terlalu jauh mencampuri urusan temannya, tetapi berusaha untuk lebih mendengarkan saja keluh kesah mereka dan menunjukkan empati. Kedua, ada peserta yang bertanya tentang anaknya yang sangat berambisi untuk menyelesaikan skripsinya pada akhir semester ini agar orangtuanya tidak perlu lagi membaayar uang kuliah, padahal peserta sebagai ibunya sudah mengatakan bahwa anaknya tidak perlu terburu-buru dan bekerja terlalu keras untuk menyelesaikan kuliahnya. Dia khawatir anaknya sakit dan tidak resilien. Jawaban bapak Suwarjo adalah sikap ibu sudah tepat. Selamat ya Bu, anaknya berprestasi. Anak diajak berdialog, dIberi perhatian dan kasih sayang sehingga dia akan tetap resilien.
Sesi demi sesi telah dilewati, saatnya peserta diberi tugas Rencana Aksi untuk Berprestasi dan Resilien. Tugas dikerjakan peserta di rumah dan dikumpulkan di grup WhatsApp yang telah dibuat. Tugas akan direview oleh Tim PKM dan akan dipantau keterlaksanaannya. Pelaporan keterlaksanaan tugas akan dilakukan pada pertemuan berikutnya melalui media Zoom Meeting. Selain itu peserta juga diberi angket untuk penilaian pelaksanaan PKM dan angket motivasi berprestasi dan resiliensi melalui Google Form. Acara ditutup pada pukul 16.00 WIB setelah berfoto bersama. Kami semua berkemas dan pulang ke rumah masing-masing.


2 responses to “MOTIVASI BERPRESTASI DAN RESILIENSI KEPALA TK ABA”
Seru PKM nya Bunda, dan bermanfaat untuk para kepala sekolah ABA tentunya.
barokallah
Terima kasih apresiasinya, bu dokter.